Tiga Keyakinan Terhadap Allah


Terjemahan matan ushul tsalasah. untuk materi mapel Aqidah kelas 8 


Lanjutan materi sebelumnya


 Ketiga: Barangsiapa yang mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentauhidkan Allah, maka tidak boleh baginya untuk berwala’ (berkasih sayang) kepada orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun ia adalah kerabat dekatnya. Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(( لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ))

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.”  [QS. Al-Mujadilah [58]: 22]

Ketahuilah –semoga Allah subhanahu wa ta’ala membimbingmu untuk mentaati-Nya– bahwa agama Ibrahim yang hanif adalah engkau menyembah Allah semata dan memurnikan ketaatan kepada-Nya, demikian itu yang diperintahkan Allah kepada seluruh manusia dan tujuan diciptakannya mereka. Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(( وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ))

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [QS. Adz-Dzariyat [51]: 56]

Makna (يَعْبُدُوْنِ) “menyembah-Ku” adalah (يُوَحِّدُوْنِ) “mentauhidkan-Ku”.

Hal teragung yang diperintahkan Allah adalah tauhid, yaitu menyendirikan Allah dalam ibadah, sementara hal yang sangat dilarang-Nya adalah kesyirikan, yaitu menyembah selain Allah bersamaan dengan (menyembah) Allah. Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(( وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ))

“Dan sembahlah Allah dan jangan berbuat syirik kepada-Nya sedikitpun.” [QS. An-Nisa’ [4]: 36]


Sumber, Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Tiga Hal Dasar yang Wajib Diketahui Setiap Muslim). 
Penerjemah:  Abu Zur’ah ath-Thaybi, Penerbit: Pustaka Syabab Surabaya


Adapun tugas, silahkan klik link berikut.

https://forms.gle/kGyyRHLZfRTGQtNY9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Kewajiban Setiap Muslim

Haruskah Lockdown?

Hak Allah ta’ala atas hamba-Nya (bagian pertama)