Haruskah Lockdown?
![]() |
| source: pexels.com |
Sebuah opini
Corona, siapa dari kita yang sampai detik ini belum mendengar namanya? Yups, virus tak kasat mata yang membuat orang bergidik di seluruh dunia. Salah satu sebabnya tentu karena gejala yang disebabkan cenderung seperti demam biasa namun mematikan akhirnya.
Banyak solusi ditawarkan agar virus ini tak lagi merebak di antara kita. Salah satunya adalah dengan melakukan lock down.
Dilansir dari idntimes.com, lockdown adalah kata dari Bahasa Inggris yang berarti terkunci. Jika dikaitkan dengan istilah dalam kasus Corona atau Covid-19, kata ini akan berarti mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.
Adapun tujuannya adalah untuk mengunci suatu wilayah agar virus Corona tidak menyebar lebih luas. Jadi, dalam momen tersebut maka semua fasilitas publik, baik sekolah, transportasi umum, perkantoran, atau tempat umum lainnya akan ditutup dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas.
Maka muncul satu pertanyaan bagi kita yang tinggal di Indonesia, melihat perkembangannya yang sangat signifikan, haruskah pemerintah mengambil langkah lockdown untuk memberantas penyebaran corona?
Hanya satu inikah solusi yang ada?
Bila kita berkaca kepada apa yang terjadi di India -yang telah mengambil langkah ini- maka patut diperhitungkan chaos yang bakalan terjadi setelahnya. Kita bisa melihat disana terjadi kekacauaan yang merata disetiap trmpat akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat berekonomi rendah.
Lantas haruskah hal yang sama terjadi di Indonesia?
Bila kita mau membuka mata, rakyat miskin di negeri ini tak jauh banyaknya dengan India. Bisa anda bayangkan bagaimana keadaan mereka nanti yang kesehariannya harus berada di jalan. Siapa yang akan menanggung beban hidupnya? Belum lagi bila kita memikirkan, siapa yang akan menjamin negeri yang terdiri dari 17 ribu lebih pulau ini tidak akan terjadi chaos sebagaimana di India?
Maka bagi saya pribadi, lock down bukanlah solusi. Akan lebih baik bila kita lebih mengetatkan lagi physical distancing yang selama ini sudah berlaku. Toh bila kita mau jujur, sebenarnya Corona ini "hanya" menyebar di sebagian kecil dari Republik yang sangat-sangat luas ini.
Atau cara lain yang bisa kita ambil adalah; dengan memanfaatkan salah satu dari 17 ribu lebih pulau yang kita miliki untuk menjadi "Pulau Darurat" dengan menampung semua orang yang positif terjangkit Corona. Karena bila kita mau jeli melihat, sebenarnya orang yang positif Corona kebayakan adalah pendatang, dengan kata lain orang asli di daerah tersebut tidak terjangkiti sama sekali. Oleh karena itu, lebih baik menyendirikan yang sudah sakit daripada memenjarakan semua yang masih belum tentu sakit.
Semoga Allah Ta'ala menjaga kita dan menjauhkan kita dari semua marabahaya di akhir zaman ini.
Maka muncul satu pertanyaan bagi kita yang tinggal di Indonesia, melihat perkembangannya yang sangat signifikan, haruskah pemerintah mengambil langkah lockdown untuk memberantas penyebaran corona?
Hanya satu inikah solusi yang ada?
Bila kita berkaca kepada apa yang terjadi di India -yang telah mengambil langkah ini- maka patut diperhitungkan chaos yang bakalan terjadi setelahnya. Kita bisa melihat disana terjadi kekacauaan yang merata disetiap trmpat akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat berekonomi rendah.
Lantas haruskah hal yang sama terjadi di Indonesia?
Bila kita mau membuka mata, rakyat miskin di negeri ini tak jauh banyaknya dengan India. Bisa anda bayangkan bagaimana keadaan mereka nanti yang kesehariannya harus berada di jalan. Siapa yang akan menanggung beban hidupnya? Belum lagi bila kita memikirkan, siapa yang akan menjamin negeri yang terdiri dari 17 ribu lebih pulau ini tidak akan terjadi chaos sebagaimana di India?
Maka bagi saya pribadi, lock down bukanlah solusi. Akan lebih baik bila kita lebih mengetatkan lagi physical distancing yang selama ini sudah berlaku. Toh bila kita mau jujur, sebenarnya Corona ini "hanya" menyebar di sebagian kecil dari Republik yang sangat-sangat luas ini.
Atau cara lain yang bisa kita ambil adalah; dengan memanfaatkan salah satu dari 17 ribu lebih pulau yang kita miliki untuk menjadi "Pulau Darurat" dengan menampung semua orang yang positif terjangkit Corona. Karena bila kita mau jeli melihat, sebenarnya orang yang positif Corona kebayakan adalah pendatang, dengan kata lain orang asli di daerah tersebut tidak terjangkiti sama sekali. Oleh karena itu, lebih baik menyendirikan yang sudah sakit daripada memenjarakan semua yang masih belum tentu sakit.
Semoga Allah Ta'ala menjaga kita dan menjauhkan kita dari semua marabahaya di akhir zaman ini.

Komentar
Posting Komentar