Hak Allah ta’ala atas hamba-Nya (bagian kedua)
Terjemahan kitab Khud Aqidataka
Pertanyaan keempat, Apakah ketika kita beribadah harus disertai dengan rasa takut dan harap?
Betul, Seperti itulah seharusnya ketika kita beribadah kepadanya. Allah ta’ala berfirman dalam surat As-Sajdah ayat 16 ketika menyifati orang mukmin,
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.”
Dan sabdanya Shallallahu 'alaihi wa salam
“Aku meminta kepada Allah agar dia menganugerahiku surga, dan menjauhkanku dari api neraka” (Shohih, HR. Abu Dawud)
Pertanyaan kelima, Apakah yang dimaksud dengan ihsan dalam beribadah?
Ihsan Itu artinya medekatkan diri kepada Allah ta’ala -Muroqobatullah- dalam beribadah. Allah ta’ala berfirman dalam surat asy-syuara ayat 218 dan 219,
”Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang).Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.”
Dan dalam sabdanya Shallallahu 'alaihi wa salam,
“Ihsan itu artinya adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya. Akan tetapi walaupun engkau tidak merasa melihat-Nya, sesungguhnya Allah taala selalu melihatmu”
Wallahu A'lam Bishowab

Komentar
Posting Komentar